Kalau ada pemain depan yang paling ditakuti pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini, orang itu pastilah Zlatan Ibrahimovic. “Pemain dengan kualitas seperti Ibrahimovic bisa melakukan apa pun untuk kemenangan timnya,” kata Pellegrini, seperti dikutip dari Tribal Football, Selasa.
Hati Pellegrini pernah dilukai Ibrahimovic. Ketika itu dia melatih Real Madrid pada musim 2009/2010. Sedangkan Ibrahimovic berseragam Barcelona. Pemain asal Swedia ini mencetak satu-satunya gol dalam laga tersebut. Pellegrini masih ingat bagaimana Ibra—begitu Ibrahimovic disapa—mencetak gol itu.
“Dia mencetak gol lewat tendangan voli kaki kirinya. Bola meluncur ke sudut gawang, dan kami kalah 0-1. Sungguh gol yang sangat indah,” kata Pellegrini.
Kini, enam tahun berlalu, Pellegrini kembali berhadapan dengan Ibrahimovic. Mereka bertemu di putaran pertama babak perempat final Liga Champions di Parc Des Princes, Paris, Kamis dinihari. Dan Ibrahimovic tak banyak berubah.
Ia masih rajin mencetak gol seperti dulu. Bahkan Ibra baru saja mencetak hat-trick alias tiga gol ke gawang Nice dalam laga lanjutan Ligue 1, akhir pekan lalu.
Total, Ibra telah mencetak 30 gol dalam 26 pertandingan Ligue 1 sepanjang musim ini. Catatan ini membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak di Prancis.
Tak hanya itu, koleksi gol Ibra ini bahkan juga lebih banyak daripada Cristiano Ronaldo, yang baru mencetak 29 gol di ajang La Liga Spanyol.
Hebatnya lagi, performa Ibra tak hanya kinclong di Ligue 1, tapi juga di Liga Champions. Di turnamen ini, Ibra mencetak empat gol dalam delapan pertandingan. “Dia telah menunjukkan kualitasnya,” Pellegrini memuji.
Namun Pellegrini tetap optimistis timnya bisa meredam kehebatan Ibrahimovic. “Saya tidak tahu siapa di antara kami yang lebih difavoritkan. Sebab, semua tim sama hebat,” katanya.
Pellegrini cukup percaya diri. Sebab, timnya baru saja menekuk Bournemouth dengan skor 4-0 di laga lanjutan Liga Primer Inggris, akhir pekan lalu.
Kemenangan besar ini bisa mendongkrak mentalitas dan kepercayaan diri para pemainnya. Maklum, ini pertama kalinya mereka tampil di babak perempat final Liga Champions.
Sebelumnya, The Citizens—julukan Manchester City—selalu kandas di babak 16 besar. “Performa kami sudah kembali ke level tertinggi. Kami harus menang di Paris,” kata Pellegrini.
Tentu saja tidak akan mudah menekuk Paris di kandang mereka sendiri. Sebab, mereka belum terkalahkan dalam empat laga kandang terakhir di Liga Champions.
Apalagi sejumlah pemain pilar Manchester City saat ini masih dibekap cedera. Mereka adalah Fabian Delph, Raheem Sterling, Vincent Kompany, dan Joe Hart.
Adapun Yaya Toure juga terancam tak bisa dimainkan karena masih dalam proses pemulihan. Bisa dibilang, Manchester City tidak akan tampil dengan kekuatan penuh.
Badai cedera ini tentu saja akan menyulitkan Pellegrini. Untungnya, pemain sayap Kevin De Bruyne, yang sempat mengalami cedera, kini sudah mulai pulih lagi.
“Kami sudah bisa memasang De Bruyne, namun saya masih harus menunggu perkembangan proses pemulihannya sebelum mengambil keputusan,” kata Pellegrini.
Beruntungnya lagi, performa lini belakang Manchester City juga sedang moncer. Mereka, misalnya, belum kebobolan satu gol pun dalam lima laga terakhir di semua kompetisi.
Pellegrini pun berharap performa apik lini belakang timnya terus berlanjut hingga ke Paris. Sebab, untuk meredam keganasan Ibrahimovic, ia memerlukan benteng yang benar-benar solid.
Sumber: Tempo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar