Sabtu, 26 Maret 2016

Gresik United Tidak Dapat Tanding Di Kandang

Persegres Gresik United kesulitan menggelar laga ujicoba di kandang sendiri, Stadion Petrokimia. Terkini, kepolisian Gresik melarang Persegres berujicoba kontra tim lokal WCP karena dikhawatirkan akan mendatangkan penonton dalam jumlah banyak.

Padahal WCP yang dikelola legenda sepak bola Gresik Widodo C Putro adalah tim lokal. Praktis, ujicoba yang rencananya digelar pada Sabtu (26/3) sore tersebut akhirnya dibatalkan. Seharusnya WCP menjadi lawan pertama Persegres sejak ditangani lagi oleh pelatih Liestiadi.

"Ya bagaimana lagi, tidak ada izin dari keamanan. Mereka khawatir ujicoba akan mendatangkan penonton. Susah kalau kondisinya begini," ujar Liestiadi. Terpaksa dia mengubah program ujicoba yang sebenarnya juga sebagai ajang seleksi untuk pemain baru.

Ujicoba di Gresik memang sulit mendapatkan izin keamanan. Itu dipicu oleh ujicoba Persegres kontra Persela Lamongan pada 2015 silam. Laga yang seharusnya tertutup, ternyata mendatangkan banyak penonton sehingga pihak keamanan membatalkan laga tersebut.

Sejatinya ada rencana ujicoba lagi menghadapi Persela Lamongan pada akhir Maret ini, namun rencana itu menguap karena susahnya mendapat izin keamanan. Bahkan Persela sempat berinisiatif mengundang Persegres ke Stadion Surajaya karena perizinan relatif lebih mudah.

Lantas, bagaimana dengan program ujicoba? "Saya belum tahu. Ada tawaran ujicoba lawan Persik Kediri, tapi masih awal April nanti. Ya kalau memang susah bermain di Gresik, kami harus bertanding di kota lain yang mudah mendapatkan izin," demikian Liestiadi.

Dengan bergantung pada ujicoba di luar Kota Pudak, dikhawatirkan persiapan Laskar Jaka Samudra kurang maksimal. Sebab Indonesia Soccer Championship (ISC) rencananya sudah digelar pada pertengahan April, sehingga idealnya akhir Maret ini sudah memulai uji tanding.

"Idealnya akhir Maret ini sudah ada ujicoba, yakni menghadapi tim lokal dulu. Kalau kemudian sulit bertanding di sini, konsekuensinya kami harus rajin mencari lawan di luar kota. Semoga saja ini tak mengganggu program," tandas Liestiadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar