Dimitri Payet memainkan comeback mempesona setelah 9 bulan absen bermain bersama Timnas Prancis dengan menyuguhkan kemenangan 3-2 melawan Belanda dalam friendly match di Amsterdam Arena, Jumat (25/3). Di pertandingan ini ditandai dengan penghormatan terhadap legenda sepak bola Belanda dan dunia, Johan Cruyff, yang tutup usia pada Kamis (24/3).
Memang, di laga tersebut, Payet tidak mencetak gol. Akan tetapi, performa pemain asal West Ham United itu mendapat pujian tinggi dari coach Didier Deschamps. Gol prancis sendiri dicetak Antoine Griezmann pada menit ke-6, Olivier Giroud menit ke-13, Blaise Matuidi menit ke-87. Sedangkan gol Belanda dicetak oleh Luuk de Jong pada menit ke-47 dan Ibrahim Afellay menit ke-86.
Tak peduli pertandingan dijadikan laga penghormatan untuk Cruyff, les blues langsung menekan sejak awal laga. Payet langsung mempesona dengan hampir membuka kran gol prancis setelah memaksimalkan operan Laurent Koscielny. Tapi, bola hasil tendangannya masih dapat diselamatkan oleh kiper Belanda kawalan Jasper Cillessen.
Prancis akhirnya mengejutkan publik Amsterdam Arena. Griezman mencetak gol melalui tendangan bebas. Tujuh menit berselang giliran Olivier Giroud menggandakan gol Les Bleus. Striker Arsenal itu berhasil memanfaatkan assist Lassana Diara menjadi gol dengan sundulan.
Memasuki menit ke-14, wasit Felix Zwayer kemudian meniup peluit panjang guna mengenang Johan Cruyff yang tutup usia akibat penyakit kanker paru-paru. Semua orang yang datang ke stadion lalu menyuguhkan tepuk tangan penghormatan untuk mantan pemain dan pelatih Ajax Amsterdam serta Barcelona itu.
Belanda sendiri baru menciptakan peluang terbaik di menit ke-22 melalui Quincy Promes. Tapi, bola hasil tendangannya setelah memaksimalkan operan Luuk de Jong berhasil ditepis oleh kiper Prancis kawalan Steve Mandanda. Skor 2-0 untuk keunggulan Prancis bertahan sampai babak pertama usai.
Setelah jeda, Belanda langsung menekan. Belanda berhasil memperkecil keunggulan Prancis pada menit ke-47 melalui Luuk de Jong yang sempat menjadi perdebatan sebab bola dinilai lebih dulu menyentuh tangan. Akan tetapi, publik Amsterdam Arena kembali bergemuruh setelah Ibrahim Afellay menghasilkan gol penyeimbang pada menit ke-86. Diawali dari sepak sudut Depay, Afellay lalu melepaskan sepakan mendatar yang membobol sudut kanan bawah gawang Prancis.
Namun, upaya Belanda cukup sampai situ. Pasalnya semenit setelahnya, Prancis kembali mencetak gol melalui aksi Blaise Matuidi. Memaksimalkan umpan satu-dua dengan Martial, Matuidi melakukan sepakan mendatar yang menembus jala Cillessen setelah lolos dari kawalan bek Belanda. Hingga pertandingan usai, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta.
Payet, yang tak mendulang gol pada pertandingan tersebut, tetap dapat menghasilkan decak kagum berkat performa impresifnya. Tendangannya pada babak kedua sempat menghajar mistar gawang. Dia juga menghasilkan enam peluang, dua kali lebih banyak dibandingkan pemain lain Prancis di lapangan, pun dengan 89 sentuhan bola yang dilakukannya.
"Dia sangat bagus. Dia merespons baik ketika menyentuh bola. Dia punya kualitas luar biasa dalam set pieces dan bekerja sangat keras. Dia berada dalam performa terbaik," ungkap Deschamps.